"Islamic Quotes"

Selasa, Mei 31, 2011

KOMPROMI-POLITIK DALAM SIRAH NABI SAW


KOMPROMI-POLITIK  DALAM  SIRAH  NABI  SAW
Oleh : Nabiel Fuad Al-Musawa
  
DEFINISI
1.       Secara bahasa Arab (lughah) at-Tahaluf (kompromi) berasal dari kata al-Hilfu yang artinya perjanjian untuk saling menolong, ia berasal dari kata halafa-yahlifu-hilfan. Dalam bentuk kalimat dikatakan hilfuhu fulan fayakunu halifuhu (Fulan berjanji dg fulan maka ia menjadi sahabatnya)[1].
2.       Secara syar’I maknanyapun sama, dalam hadits nabi SAW disebutkan dari Ashim ra : “Aku berkata kepada Anas bin Malik : Apakah telah sampai kepadamu bahwa nabi SAW bersabda : “Tdk ada hilfu dlm Islam.” Maka jawab Anas ra : “Bahkan nabi SAW telah mengambil sumpah suku Quraisy dan Anshar dirumahku.” (HR Bukhari bab Laka al Adab, hal 78 dan bab al-Ikha wa Halaf juz 8/26, cet Dar asy-Syatibi).

MAFAHIMU WA SHIFATUL KHAWARIJ MINAS-SUNNAH AS-SHAHIHAH (Makna & Sifat Khawarij dlm Sunnah yg Shahih)


MAFAHIMU  WA  SHIFATUL  KHAWARIJ  MINAS-SUNNAH  AS-SHAHIHAH
(Makna & Sifat Khawarij dlm Sunnah yg Shahih)

1.     Bersikap keras, berburuk sangka (su’uzhan) dan mendoakan/ melaknat pada kaum muslimin yang lain, serta tidak punya adab pada para ulama & kubara’ (tokoh) kaum muslimin, walaupun para ulama & tokoh tersebut sudah berjasa pada ummat. Haditsnya selengkapnya sebagai berikut :

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا الْأَزْرَقُ بْنُ قَيْسٍ قَالَ كُنَّا بِالْأَهْوَازِ نُقَاتِلُ الْحَرُورِيَّةَ فَبَيْنَا أَنَا عَلَى جُرُفِ نَهَرٍ إِذَا رَجُلٌ يُصَلِّي وَإِذَا لِجَامُ دَابَّتِهِ بِيَدِهِ فَجَعَلَتْ الدَّابَّةُ تُنَازِعُهُ وَجَعَلَ يَتْبَعُهَا قَالَ شُعْبَةُ هُوَ أَبُو بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيُّ فَجَعَلَ رَجُلٌ مِنْ الْخَوَارِجِ يَقُولُ اللَّهُمَّ افْعَلْ بِهَذَا الشَّيْخِ فَلَمَّا انْصَرَفَ الشَّيْخُ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ قَوْلَكُمْ وَإِنِّي غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتَّ غَزَوَاتٍ أَوْ سَبْعَ غَزَوَاتٍ وَثَمَانِيَ وَشَهِدْتُ تَيْسِيرَهُ وَإِنِّي إِنْ كُنْتُ أَنْ أُرَاجِعَ مَعَ دَابَّتِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَدَعَهَا تَرْجِعُ إِلَى مَأْلَفِهَا فَيَشُقُّ عَلَيَّ

(Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Jum’ah Hadits no. 1135)

KELOMPOK-KELOMPOK YANG PARSIAL DALAM MEMAHAMI AQIDAH : ALIRAN KHAWARIJ [1]

KELOMPOK-KELOMPOK  YANG  PARSIAL  DALAM  MEMAHAMI  AQIDAH  :  ALIRAN  KHAWARIJ [1]
Oleh   :  Nabiel Fuad Almusawa[2]

“Kami dulu diturunkan keimanan sebelum turunnya al-Qur’an, sehingga saat turun al-Qur’an kami mengimani semuanya, sementara ada kaum yang diturunkan Al-Qur’an sebelum diturunkan keimanan dalam hati mereka, maka mereka membaca dari Alif Lam Mim sampai Minal Jinnati wan Nas, tapi tidak tahu mana perintah mana larangan, mana halal mana haram” 
(HR al-Hakim)

ISLAM DAN DEMOKRASI



Ada sebuah pertanyaan yang disampaikan seseorang dari Al-Jazair kepada kami: saya tidak bisa menyembunyikan kekagetan dan keheranan tatkala mendengar sebagian orang yang dikenal sangat bersemangat dan antusias, yang sebagian di antara mereka juga menisbatkan diri kepada beberapa jama’ah islam, bahwa demokrasi tidak diakui islam bahkan sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa demokrasi adalah kekufuran. Alasannya, karena demokrasi berarti pemberian wewenang kepada rakyat untuk menetapkan hukum. Padahal rakyat dalam islam bukan yang menetapkan hukum, tetapi Allah lah yang menentukan hukum sebagaimana firman-Nya,
“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.” (Qs Al-An’am : 57)

Senin, Mei 30, 2011

Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam

Maaf kalo udah banyak yg tahu...

Kids Conservasionist

*Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam *
...

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki

seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental

Children's Organization ( ECO ).


ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri

Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.


Minggu, Mei 29, 2011

Demokrasi Dalam Pandangan Islam


Demokrasi Dalam Pandangan Islam
Umat Islam seringkali kebingungan dengan istilah demokrasi. Di saat yang sama, demokrasi bagi sebagian umat Islam sampai dengan hari ini masih belum diterima secara bulat. Sebagian kalangan memang bisa menerima tanpa reserve, sementara yang lain, justeru bersikap ekstrem. Menolak bahkan mengharamkannya sama sekali. Tak sedikit sebenarnya yang tidak bersikap sebagaimana keduanya. Artinya, banyak yang tidak mau bersikap apapun.Kondisi ini dipicu dengan banyak dari kalangan umat Islam sendiri yang kurang memahami bagaimana Islam memandang demokrasi.  Di bawah ini, ada tulisan menarik tentang demokrasi dalam perspektif Islam. Tulisan ini sendiri berasal dari

APAKAH SISTEM DEMOKRASI HARAM?
Pertanyaan:

Sabtu, Mei 28, 2011

Mengenang Ustazah Yoyoh Yusroh: Mujahiddah Masa Kini



Obituari: Ustazah Yoyoh Yusroh Mujahidah Masa Kini
Suatu siang, April 2008
Bermula dari pesan singkat Ustazah Yoyoh Yusroh, mengundangku untuk jumpa di kantornya, gedung DPR, Nusantara Bhakti 2. Kupikir, Mbak Yayu, istri Presiden PKS (ketika itu) Tifatul Sembiring yang telah menyampaikan pesanku kepada beliau.
Beberapa bulan sebelumnya, Ustazah Yoyoh Yusroh telah mengamanahi kami (Anneke Puteri, aku dan kawan-kawan) wakaf sebidang tanah di Depok Timur untuk gedung Taman Baca. Proposalnya siang itu kuserahkan kepada sosok itu, seorang muslimah yang telah lama kukenal kisah perjuangannya dari teman-teman liqo. Namun, baru beberapa kali saja bertemu muka secara langsung, dan bisa berbincang akrab.

“em, diam sajalah...”


“em, diam sajalah...”

Kubaca kalimat tersebut lagi.. dan lagi. Aku yang sejak pertama sudah menguat-nguatkan hati untuk berkomentar yang sebenarnya kuakui sangat malas untuk kulakukan merasa dijatuhkan dari gedung lantai 100.

Kata itu begitu menusuk. Sederhana,,, tapi ia menusuk dalam. Hingga kini. Perasaan tidak tenang yang hinggap sejak awal berkomentar semakin menjadi-jadi. Tak karuan. Ada titik yang hampir jatuh. Tapi tetap kukuat-kuatkan. Kali ini saja fikirku, ingin kulawan hujatan itu. Ingin kutegur hingga jera. Agar tak lagi berulah yang sama.
Hufff ... begitu berat rasanya, seperti ada sebongkah besi yang seberat 100 kg di dadaku.

Jumat, Mei 27, 2011

Daulah Yang Melindungi Hak dan Kebebasan (karakteristik ke tujuh)


Daulah islam adalah daulah yang melindungi hak dan kebebasan, sebagai pengejawantahan iman dan komitmen, bukan sekedar bualan dan omong kosong belaka.

Hak hidup, hak milik, hak berkecukupan dalam hidup, hak keamanan beragama, jiwa, kehormatan diri, harta dan keturunan, dianggap sebagai lima atau enam urgensi dalam pandangan syariat islam, syariat yang diturunkan Allah untuk melindunginya, yang tidak boleh dilanggar oleh seseorang. Bahkan pembuat syariat telah menetapkan hukuman yang berat atau pun qishash untuk memberikan perlindungan, agar tidak ada pelanggaran.


Kewajiban daulah islam ialah berusaha mewujudkan dua tujuan fundamental dari berbagai macam tujuan hidupnya bagi setiap orang, yaitu:  kecukupan dan keamanan. Sebab jika manusia merasa mendapatkan kecukupan dan keamanan, maka mereka bisa tenang dalam beribadah kepada Allah. Firman-Nya
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (Quraish: 4)