"Islamic Quotes"

Kamis, April 14, 2011

TUJUAN SYARIAT ISLAM SECARA UMUM



Mengingat surat Al-Maidah adalah surat yang menjelaskan halal dan haram dalam islam, maka ini adalah satu-satunya surat yang memuat tujuan syariat yang lima, yaitu:

1.MEnjaga / memelihara agama (hifzhud diin),
2. menjaga jiwa (hifzhun nafsi),
3. menjaga akal (hifzhul ‘aqli),
4. menjaga kehormatan (hifzhul ‘ardh), dan
5. menjaga harta (hizhul maal)

Selasa, April 12, 2011

PRINSIP-PRINSIP DASAR AL-QUR’AN



Surat Al- Fatihah mengingatkan kita akan prinsip-prinsip dasar agama dan nilai-nilainya yang agung, yaitu:
1.Nikmat-nikmat Allah swt ( Alhamdulillahirabbil ‘alamin)

2.Ikhlas dengan kalimat (iyya kana’budu), hanya untuk-Mu satu-satunya ya Allah ibadah ini, kami tidak menyembah kecuali hanya kepada Engkau dan tidak meminta pertolongan kepada siapapun, selain Engkau (waiiya kanasta’iiin.

3. Memohon dikaruniai sahabat-sahabat yang shalih (Ihdinashirathal mustaqiim, shirathal ladzi na an’amta ‘alaihim)

4.Mewaspadai shahabat-shahabat yang jahat (ghairil maghdhuu bi ‘alaihim waladhoooolliiin).

5.Nama-nama Allah yang baik, terutama nama-nama Allah (arrahman.. arrahim). Sebab prinsip yang melandasi hubungan Allah dengan manusia adalah rahmat. Oleh karena itu, kalimat Ar-Rahman Ar-Rahim diulang dua kali dalam surat ini.

6.Istiqomah (ihdinashirathal mustaqim)

7.Hari akhir dan persiapan menghadapinya (maalikinnas) dan (ihdinashirathal mustaqim).

8.Urgensi doa dan adab berdo’a. surat ini di akhiri dengan do’a.

9.Ummat kita adalah ummat yang satu …. Surat Al-Fatihah menggunakan bentuk jamak (plural), bahkan doa yang dicantumkan pun dalam bentuk plural. Karena itu, meskipun seseorang shalat di kamar sendirian tidak sah apabila ia membaca ; (iyyaka a’budu waiiya ka asta’iin) (Hanya Engkaulah yang saya (bentuk tunggal) sembah dan hanya kepada Engkaulah saya mohon pertolongan), atau “ihdiniishirathal mustaqiim”  (Tunjukilah saya jalan yang lurus), tapi ia wajib mengucapkan “ Ihdina” dan “Iyyakana’budu waiyyakanasta’iin” semuanya menggunaka bentuk jamak, sehingga seseorang menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari umat, bukan sendirian di alam ini.

* Di ambil dari buku Khowatir Qur’aniyah (Kunci memahami Tujuan Surat-surat Al-Qur’an) yang ditulis oleh Amru Khalid pada halaman 4

Sabtu, April 09, 2011

KARAKTER MUSLIM DALAM BERBICARA




Seorang yang bukan muslim tidak mempunyai aturan apapun dalam berbicara. Maka ia tampak banyak berbicara, tapi kosong dalam segala hal yang diketahui dan yang tidak diketahuinya. Ia akan mengatakan segala sesuatu dengan bukti atau tidak dengan bukti. Berguna atau tidak berguna, baik atau buruk. Selain itu, seorang kafir kalau berbicata tidak memperdulikan apakah pembicaraan itu berisi dukungan kepada ahli batil dalam kebatilan atau membantah ahli haq dalam kebenarannya. Dalam berdebat ia sama sekali tidak memperhintungkan norma-norma berbicara. Ia lakukan dengan ilmu ataupun tidak, dan tujuannya berdebat bukan untuk melahirkan kebenaran. Demikian pula halnya dalam berdiskusi. Ia hanya mencari kemenangan semata.


Kamis, April 07, 2011

Sesungguhnya Wanita itu Cantik...


Ada cara yang mudah daan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:

Rabu, April 06, 2011

Mother By SEAMO


saya gak tahu arti lagu ini. Tapi lagu ini membuat saya terinspirasi dengan sebuah klip sederhana : Jejak-jejak mimpi. yang membuat saya juga belajar untuk menuliskan mimpi-mimpi saya dan memvisualisasikan dan bersyukur....

just check it ...


"Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen
 
Boku wa nantoka yattemasu..."


REFRÃO:

Chiisana karada ni chiisana te
 Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa
 Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai
 Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Selasa, April 05, 2011

Ternyata hanya perlu dialog


 Hari itu saya mengajar disebuah kelas. Sedang asyiknya proses belajar mengajar, saya dikejutkan oleh sebuah lagu. Ini bukan lagu sembarangan, tapi sebuah lagu Rock. Karena kaget saya pergi keluar kelas untuk melihat siapakah pemilik HP yang menyalakan HP tersebut. Ternyata, beberapa orang murid saya yang sedang duduk di kelas VI yang sedang mendengarkan lagu tersebut. Karena merasa terganggu, dan juga saya sekarang tidak suka dengan musik rock (karena sudah tahu dampak negatifnya) maka saya menegur murid-murid saya tersebut. Dan akhirnya musik keras yang memekakkan telinga itupun berhenti… 

Sabtu, April 02, 2011

Kritik Terhadap Tulisan “Injil Mathius, PKS, dan Nawaqidhul Iman: Mencermati Tanda-Tanda Akhir Zaman



Sangat sulit membedakan apakah kita menasehati orang karena sakit hati atau karena rasa sayang, karena perbedaannya hanya pada niat dan cara. Jika menelisik pada niat, maka yang tahu hanyalah Allah dan orang tersebut saja.  Sedangkan jika menelisik pada cara adalah dengan menganalisa cara menyampaikan dan bahasa tulisan dan tingkat keseringan. Bahayanya lagi kita bisa menjadi berubah peran dari penda’wah menjadi komentator dakwah.

Jumat, April 01, 2011

Karakter orang Yang memiliki keteguhan azzam ( Ulul al ‘Azm)


Karakter orang Yang memiliki keteguhan azzam ( Ulul al ‘Azm)

Berikut adalah karakter orang yang memiliki keteguhan azzam (Ulu al ‘Azm):
1.       Tidak bersumpah dengan nama Allah, baik secara tulus maupun dusta, disengaja atau lupa. Karena jika dapat melakukannya maka ia benar-benar akan meninggalkan sumpah secara total, sehingga Allah akan membuka salah sati pintu cahanya-Nya yang dampaknya dapat diraba oleh hatinya dan akan memberinya kemuliaan, keteguhan dan karamah di mata manusia.
2.       Menghindari dusta, baik dalam keadaan main-main maupun serius. Jika ini terus dilakukan maka Allah akan melaoangkan hatinya, ilmunya menjadi jernih dan seluruh perilakunya penuh ketulisan dengan dapaknya yang akan tampak jelas dalam dirinya.

Piagam Madinah


 
  1. Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia yang lain
  2. Kaum Muhajirin dari Quraysh sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara mukmin.
  3. Banu ‘Awf, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukmin.
  4. Banu Sa’idah,  sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukmin.
  5. Banu Al Hars, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.